Monday, January 10, 2011

berkenalan dengan Iblis LAKNATULLAH

"salam" pengenalan...kenal ramai lagi bagus..


Nama sebenar: Iblis LAKNATULLAH
Nama glamor: Hantu,syaitan,pelesit,jembalang dll..
Kelahiran : Bermula dari keengganannya sujud kepada Nabi Adam A.S
Status Diri: Fasik kelas pertama
Agama : Kufur
Tempat tinggal : Di hati-hati mereka yang lalai
Alamat Tetap : Neraka Jahannam
Kawasan : Di sekitar penjuru yang di dalamnya tiada langsung usaha mengingati Allah


Arah Perjalanan : Tiada haluan dan bengkang-bengkok
Isteri : Setiap wanita yang tidak menutupi aurat,tidak mentaati Allah,Rasul dan suaminya.
Kaum Kerabat : Semua golongan yang menentang dan memusuhi Allah
Modal Pusingan : Angan-angan kosong dan tipu daya yang halus
Tempat Pertemuan : Konsert-konsert hiburan,Pasar-pasar dan di semua tempat jual beli
Musuh Ketat : Setiap orang yang beriman dan bertakwa
Sahabat Karib : Anak-anak Adam
Motto Kerja : 'Hipokrasi asas akhlak'


Hobi : Melalaikan orang dari mengingati Allah,menggoda manusia lalu menyesatkannya
Cita-cita : Supaya semua makhluk di muka bumi ini menjadi kafir
Sukan(yang tidak digemari) : Acara langkah seribu(semasa Malaikat Maut ingin mencabut nyawa)
Kelemahan Diri : Apabila manusia membaca istighfar
Mentor Yang Dikagumi : Manusia yang mempunyai kelebihan dari dirinya


Logo : Sebarang Tatu
Pejabat Operasi : Tandas,bilik air,tempat bernajis dan kotor serta tempat-tempat maksiat
Rakan Kongsi : Golongan munafik serta syaitan-syaitan di kalangan jin dan manusia
Sumber Pendapatan : Segala harta yang diperolehi dengan jalan haram dan riba


Jenis Perkhidmatan : Menggalakkan manusia mengerjakan kemungkaran dan derhaka kepada Allah S.W.T
Tempoh Perkhidmatan : Sehingga hari kiamat
Matlamat Hidup : Membawa bersama-sama anak cucu Adam ke Neraka Jahannam
Teman Sejawat : Orang yang mendiamkan dirinya dari menyatakan kebenaran
Ganjaran : Dosa-dosa kecil/besar dan kemungkaran Allah
Pembantu Setia : Orang yang suka mengumpat,mencaci,memaki hamun,penghasut,pendengki dan pendendam
Peristiwa Yang Tidak Dapat Dilupakan : Semasa Allah menjadikan Nabi Adam A.S


Kenangan Manis : Ketika manusia di ambang sakaratul maut,mati dalam kekafiran.
Kenangan Pahit : Manusia yang digodanya mati dalam keimanan.
Makanan Kegemaran : Daging orang mati,segala najis dan kekotoran
Minuman Yang digemari : Wiski,Brandi,taqila,todi,wine,arak dan semua jenis minuman yang memabukkan.
Yang Paling Ditakuti : Orang mukmin yang bertaqwa
Yang Paling Dibenci : Orang yang sentiasa berzikir dan mengingati Allah


Alat Perangkap : Wanita-wanita cantik,model,pelacur,peragawati dan sebagainya.
Saat Ajal : Bila tiba waktu yang ditentukan Allah di hari kiamat kelak.
Yang Paling membosankan : Bila tiada lagi manusia yang ingin mengikuti kemahuannya.
Tugas yang paling meletihkan : Mengganggu manusia ke arah kebaikan kerana Allah Taala
Tugas Yang Paling Disukai : Mengajak melakukan homoseks,lesbian dan berzina


Janji Kepada Manusia : Janji-janji kosong,angan-angan dan tipu daya
Yang Membuatnya Gembira : Manusia yang mengikut jejak langkahnya
Saat Mendukacitakannya : Manusia yang bercita-cita untuk bertaubat
Saat Yang Membuatnya Menangis : Bila manusia yang disayanginya sujud kepada Allah S.W.T

Dasar IBLIS LAKNATULLAH!!! Yang baik untuk kita adalah BURUK untuknya! Yang buruk untuk kita adalah BAIK baginya!

WALLAHULALAM!

Sunday, January 2, 2011

KISAH NABI MUHAMMAD S.A.W . SEBELUM WAFAT

LAQAD KANA LAKUM FI RASULILLAH USWATUN HASSANAH

"sesungguhnya pada diri RasuluLLah itu satu contoh teladan yang terbaik"

ikuti kisah ini..

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?". "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah s.a.w menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikatul maut," kata Rasulullah s.a.w., Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah s.a.w. menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah
dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" tanya Rasululllah s.a.w. dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah s.a.w lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah s.a.w ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah s.a.w bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah s.a.w. mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah s.a.w. pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah s.a.w. mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "

Badan Rasulullah s.a.w. mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah s.a.w yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

betapa sayangNya Rasulullah pada kita..

alllahummas solli ala muhamad..

.