Showing posts with label isu semasa. Show all posts
Showing posts with label isu semasa. Show all posts

Tuesday, October 16, 2012

hukum memakai wangian bagi wanita muslimah

Berikut  beberapa penjelasan yang diambil dari buku al-Masaail Jilid 2 hal. 151 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Semoga dapat kita ambil hikmahnya dan tentunya dapat diamalkan oleh kaum muslimah.

1. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang diberi harum-haruman, maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Muslim, dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).

2. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Diberi kecintaan kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah wanita, harum-haruman/wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari Anas bin Malik).

3. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abu Said al Khudriy).

4. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila salah seorang dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” (Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa’i dari jalan Zainab).

5. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) bersama kami.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari Abu Hurairah).

6. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Apabila seorang perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wangi-wangian sebagaimana ia mandi janabat.” (Shahih riwayat Nasa’i dari Abu Hurairah).

7. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima sholatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut).” (Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah).

8. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian ia keluar, lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah perempuan zina/tuna susila.” (Hasan riwayat Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Thahawi dari Abu Musa).

Keterangan :

1. Hadits 1, 2, dan 3 dengan jelas telah mengatakan : sangat disukai-nya kita memakai harum-haruman/ wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum, yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena di hadits itu tidak dibedakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan di hadits 1 itu ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2 menunjukan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam amat menyukai wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Ta’ala, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadi suri tauladan (uswatun hasanah) bagi kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan hadits ke-3 menyatakan bahwa misk adalah harum-haruman yang paling baik untuk kita pakai. Demikian keterangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

2. Hadits ke-4 & 5 itu menegaskan : haram hukumnya bagi kaum wanita keluar ke masjid untuk menghadiri sholat Isya’ dengan memakai harum-haruman. Disebutnya lafaz Isya’disini tidak berarti menghadiri sholat-sholat lainnya diperbolehkan. Tidak sekali-kali demikian! Karena hadits ke-6 dan 7 bersifat umum mencakup seluruh macam sholat, baik shalat fardhu maupun sholat-sholat sunat (seperti shalat tarawih dan sholat hari raya). Disebutnya sholat Isya’ di hadits ke-4 & 5 itu bisa jadi karena fitnahnya lebih besar karena sholat Isya’ itu dikerjakan di waktu malam.

3. Hadits ke-6 itu menunjukan : wajib hukumnya bagi kaum wanita yang hendak keluar masjid membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebagaimana halnya ia mandi janabat.

4. Hadits ke-7 itu mengandung hukum : Siapa saja perempuan yang keluar ke masjid dengan memakai wangi-wangian, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Demikianlah zahirnya sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah hadits ini jadi perhatian betul-betul, karena telah kita saksikan umumnya kaum wanita di masa kita sekarang ini kalau mereka keluar ke tanah lapang untuk shalat hari raya mereka memakai wangi-wangian yang baunya tersebar ke mana-mana.

5. Dari hadits 4, 5, 6, & 7 serta keterangan-keterangannya dapatlah dengan mudah kita ketahui : Kalau keluar ke tempat-tempat ibadah saja telah dilarang keras bagi kaum wanita memakai wangi-wangian, apalagi ke tempat-tempat lain seperti pergi ke pesta perkawinan dan lain-lain. Sudah barang tentu larangannya lebih keras lagi.

6. Hadits ke-8 mengandung hukum : Kalau bagi kaum wanita telah dilarang keluar dengan memakai wangi-wangian meskipun bukan untuk pamer, tentu keluar dengan maksud pamer supaya orang-orang mencium baunya, lebih keras lagi larangannya. Dan perempuan yang demikian Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menamakannya sebagai perempuan zina.

Kesimpulan :

1. Perempuan dibolehkan bahkan sangat disukai memakai wangi-wangian di dalam rumahnya khususnya untuk suaminya (jika ada).
2. Perempuan yang hendak keluar rumah, maka wajib hukumnya membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebersih mungkin.,
Berikut beberapa penjelasan yang diambil dari buku al-Masaail Jilid 2 hal. 151 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Semoga dapat kita ambil hikmahnya dan tentunya dapat diamalkan oleh kaum muslimah. 1. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang diberi harum-haruman, maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Muslim, dan Abu Dawud dari Abu Hurairah). 2. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Diberi kecintaan kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah wanita, harum-haruman/wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari Anas bin Malik). 3. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abu Said al Khudriy). 4. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila salah seorang dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” (Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa’i dari jalan Zainab). 5. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) bersama kami.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari Abu Hurairah). 6. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Apabila seorang perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wangi-wangian sebagaimana ia mandi janabat.” (Shahih riwayat Nasa’i dari Abu Hurairah). 7. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima sholatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut).” (Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah). 8. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian ia keluar, lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah perempuan zina/tuna susila.” (Hasan riwayat Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Thahawi dari Abu Musa). Keterangan : 1. Hadits 1, 2, dan 3 dengan jelas telah mengatakan : sangat disukai-nya kita memakai harum-haruman/ wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum, yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena di hadits itu tidak dibedakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan di hadits 1 itu ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2 menunjukan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam amat menyukai wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Ta’ala, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadi suri tauladan (uswatun hasanah) bagi kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan hadits ke-3 menyatakan bahwa misk adalah harum-haruman yang paling baik untuk kita pakai. Demikian keterangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. 2. Hadits ke-4 & 5 itu menegaskan : haram hukumnya bagi kaum wanita keluar ke masjid untuk menghadiri sholat Isya’ dengan memakai harum-haruman. Disebutnya lafaz Isya’disini tidak berarti menghadiri sholat-sholat lainnya diperbolehkan. Tidak sekali-kali demikian! Karena hadits ke-6 dan 7 bersifat umum mencakup seluruh macam sholat, baik shalat fardhu maupun sholat-sholat sunat (seperti shalat tarawih dan sholat hari raya). Disebutnya sholat Isya’ di hadits ke-4 & 5 itu bisa jadi karena fitnahnya lebih besar karena sholat Isya’ itu dikerjakan di waktu malam. 3. Hadits ke-6 itu menunjukan : wajib hukumnya bagi kaum wanita yang hendak keluar masjid membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebagaimana halnya ia mandi janabat. 4. Hadits ke-7 itu mengandung hukum : Siapa saja perempuan yang keluar ke masjid dengan memakai wangi-wangian, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Demikianlah zahirnya sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah hadits ini jadi perhatian betul-betul, karena telah kita saksikan umumnya kaum wanita di masa kita sekarang ini kalau mereka keluar ke tanah lapang untuk shalat hari raya mereka memakai wangi-wangian yang baunya tersebar ke mana-mana. 5. Dari hadits 4, 5, 6, & 7 serta keterangan-keterangannya dapatlah dengan mudah kita ketahui : Kalau keluar ke tempat-tempat ibadah saja telah dilarang keras bagi kaum wanita memakai wangi-wangian, apalagi ke tempat-tempat lain seperti pergi ke pesta perkawinan dan lain-lain. Sudah barang tentu larangannya lebih keras lagi. 6. Hadits ke-8 mengandung hukum : Kalau bagi kaum wanita telah dilarang keluar dengan memakai wangi-wangian meskipun bukan untuk pamer, tentu keluar dengan maksud pamer supaya orang-orang mencium baunya, lebih keras lagi larangannya. Dan perempuan yang demikian Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menamakannya sebagai perempuan zina. Kesimpulan : 1. Perempuan dibolehkan bahkan sangat disukai memakai wangi-wangian di dalam rumahnya khususnya untuk suaminya (jika ada). 2. Perempuan yang hendak keluar rumah, maka wajib hukumnya membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebersih mungkin.

find out more

Tuesday, May 3, 2011

Ke mana Arah Anda Selepas SPM 2010

Ramai di antara rakan - rakan pelajar kita yang sebelum ini dah berjaya melanjutkan pelajaran ke dalam bidang yang diminati. Selain dari kelayakan serta keputusan cemerlang yang mereka terima, mereka juga cepat mengambil tahu tentang maklumat permohonan kerjaya.Mereka dahulupun sentiasa tertanya-tanya ke mana ye saya nak pergi selepas SPM ni?
Dan kebanyakan mereka yang berjaya juga sentiasa mengambil tahu peluang dan permohonan kerjaya melalui media massa, buku panduan kerjaya yang TERKINI, surat khabar dan seumpamanya pelajar yang berjaya ialah pelajar yang banyak bertanya tentang status kerjaya dari semasa ke semasa.

DESTINASI ANDA SELEPAS SPM 2010
Kebanyakan pelajar lepasan SPM masih tercari-cari hala tuju masing-masing. Sukar untuk membuat keputusan tepat yang bakal menentukan masa depan sendiri. Di sini apa kata anda baca sedikit mengenai pilihan kerjaya anda selepas SPM.
1. Universiti
Pelajar-pelajar yang mendapat keputusan cemerlang bolehlah memilih universiti sebagai destinasi mereka selepas SPM. Jika anda ingin ke universiti, anda harus memohon UPU lepasan SPM/setaraf sebelum ditawarkan program diploma atau asasi di mana-mana IPTA di Malaysia.

2. Kolej Matrikulasi
Sekiranya anda gagal mendapat program asasi melalui UPU, janganlah bersedih. Anda masih boleh membuat program foundation atau pengajian asas di matrikulasi dalam bidang Sains Hayat, Sains Fizikal atau Perakaunan.

Sama saja dengan asasi. Selepas matrik, boleh apply UPU lagi untuk lepasan STPM/setaraf di mana anda akan memilih course untuk pengajian ijazah anda. Matrik ada yang programnya setahun dan ada yang dua tahun bergantung kepada keputusan SPM anda.

3. Luar Negara
Pelajar-pelajar yang mendapat biasiswa akan melanjutkan pelajaran di luar negara. UK, US, Australia, New Zealand, Indonesia, India, Japan, Korea, France, Egypt, Russia, Ireland dan Canada antara negara-negara yang menjadi pilihan pelajar-pelajar Malaysia.
4. Politeknik dan apa jua Program Teknikal dan Latihan.
Jangan berputus asa sekiranya anda gagal UPU dan matrik. Anda masih boleh melanjutkan pelajaran di politeknik-politeknik seluruh Malaysia. Bila dah dapat result SPM, mohon cepat-cepat sebelum tutup tarikh permohonan.

Di politeknik, anda boleh mohon sijil atau diploma. Dengar-dengar ada 3 politeknik yang bakal dinaik taraf menjadi universiti. Politeknik Ungku Omar (PUO) dan Politeknik Sultan Haji Ahmad Shah (POLISAS) antara politeknik yang bagus dari segi akademiknya. Banyak juga program yang ditawarkan di ILP dan ILJTM, MLPK dan sebagainya.
5. Kolej-kolej
Kalau beli newspaper sekarang ni, banyak iklan-iklan kolej swasta. Tapi kena pandai pilihlah kolej mana yang bagus. Kalau nak sangat masuk kolej, saya rekemenkan anda masuk kolej-kolej yang ada nama sikit seperti Kolej Mahsa atau Masterskill. Nanti masuk kolej yang tak diiktiraf MQA (dahulunya LAN), susah nak dapat kerja.

Saya syorkan anda mohon medical courses seperti Farmasi, Teknologi Makmal Perubatan dan Sains Kesihatan sebab banyak peluang pekerjaan menanti anda diluar sana. Ada juga kolej yang menawarkan program diploma bersekutu dengan IPTA-IPTA di Malaysia. Contohnya di Kolej Shahputra ada ditawarkan program diploma UiTM. Anda juga boleh mohon Kolej Komuniti. Buatlah pilihan yang bijak.

6. Tingkatan 6
Ramai pelajar lepasan SPM menjadikan tingkatan 6 sebagai destinasi terakhir mereka selepas SPM. Kenapa tingkatan 6 kurang popular? Bila masuk tingkatan 6, rasa macam budak-budak sekolah lagi kan?

Kena pakai uniform sekolah, kena pergi ke sekolah, ada perhimpunan dan sebagainya. Tak macam di universiti, matrikulasi atau kolej yang ada sedikit kelonggaran.

Tapi sedar tak sedar, STPM juga berharga sebenarnya. Kalau mohon UPU untuk STPM/setaraf, pelajar-pelajar lepasan STPM diberi keutamaan dulu berbanding pelajar-pelajar lepasan diploma dan matrikulasi.
7. Suruhanjaya Perkhidmatan Awam (SPA)
Ramai yang tidak tahu kewujudan website SPA dan ada juga yang tak tahu langsung pasal SPA ini. SPA ni boleh anda mohon kerja-kerja tertentu seperti jururawat, juru x-ray, juruaudit, juruukur dan sebagainya.

Jika permohonan anda berjaya, anda akan ditemuduga. Lulus temuduga barulah anda akan ditawarkan melanjutkan pengajian di kolej-kolej kejururawatan. Untuk kerja selain jururawat, saya tak berapa pasti.
8. ALAM
Sesiapa yang berminat untuk melibatkan diri dengan dunia pekerjaan yang lebih mencabar, bolehlah mohon Akademi Laut Malaysia (ALAM).

9. Kursus Ketenteraan
Bagi sesiapa yang berminat dengan aktiviti lasak serta tahan dengan cabaran dan dugaan fizikal yang tinggi, bolehlah membuat permohonan ini. Terdapat banyak caranya dan anda boleh rujuk di laman web atau buku panduan kerjaya yang TERKINI yang berdekatan dengan anda.

10. Kursus Penerbangan
Mesti ramai yang berminat dengan kursus ini.Kursus ini merangkumi kerjaya seperti juruterbang, pramugara, pramugari dan ahli-ahli biasa di kawasan lapangan penerbangan. Kerjaya seperti juruterbang, pramugari dan pramugara ini lebih kepada di awangan biru manakala ahli biasa lebih kepada proses teknikal di kawasan lapangan penerbangan.

11. IPG
Bagi mereka yang berminat menceburi bidang perguruan bolehlah memohon kerjaya ini. Kerjaya ini sememangnya menjanjikan kepuasan kerana kita dapat berbakti kepada anak bangsa kelak. Walaupun agak mencabar serta bebanan tugas yang bakal ditempuhi, perkara ini umpama seperti alah bisa tegal biasa. Jadi bekerjalah dalam mendidik anak bangsa sehingga berjaya dan berguna untuk masyarakat dan negara kelak.

Akhir Kata
Dalam pada pelajar berusaha membuat perbandingan tentang kursus pengajian, ayuh amalkan juga solat istikharah serta sentiasa berdoa semoga Allah memberikan ilham untuk kita membuat keputusan terbaik yang diharapkan dapat membawa kebaikan kepada kehidupan kita di dunia ini dan juga di akhirat kelak.

Selain itu, tanamkan niat dalam diri untuk menjadikan kerjaya yang bakal dibina sebagai satu perjuangan dalam usaha memenuhi tuntutan fardu kifayah terhadap umat Islam. Umat Islam masa kini sememangnya memerlukan ramai pakar dalam segenap bidang untuk maju ke hadapan demi mencapai khaira ummah.

Insya-Allah, kita sebagai generasi belia Islam hari ini dapat memenuhi aspirasi ummah dengan mencipta kecemerlangan dalam bidang yang diceburi.
-fromemailspam

Saturday, April 30, 2011

PHD bukan perasaan hasad dengki

PHD.
P bermaksud Passion, bermaksud bila membuat sesuatu kita mesti
membuat dengan sungguh - sungguh dan cintakan perkara yang
kita buat itu.


H pula bermaksud Hungger, yang membawa maksud kita dahagakan
kejayaan atau dahagakan sesuatu.


D bermaksud Desire yang bermaksud impian.
kita perlu mempunyai inpian yang besar kerana dengan mempunyai
impian yang besar, passion dan hunger kita akan bergerak sekali.

backlink;www.copynpastemillionaire.com

Friday, April 29, 2011

Eskay sumpah laknat hari ini

sumber mymetro KUALA LUMPUR: “Saya berani bersumpah pelaku tersebut (lelaki dalam video seks yang didedahkannya bersama rakan) adalah Datuk Seri Anwar Ibrahim (Ketua Pembangkang) kerana saya sendiri berada di lokasi itu dan dalam paparan video berkenaan.

“Dengan nama Allah, Rasulullah, rakyat dan anak cucu kita, saya dan rakan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pendedahan ini,” kata ahli perniagaan, Datuk Shazryl Eskay Abdullah pada sidang media, semalam.


Beliau hadir ditemani rakan trio ‘Datuk T’ iaitu bekas Ketua Menteri Melaka, Tan Sri Rahim Thamby Chik dan bekas Bendahari Pertubuhan Pribumi Perkasa Malaysia (Perkasa), Datuk Shuib Lazim.

Katanya, beliau sanggup mengambil segala risiko untuk mendedahkan siapa sebenarnya pemimpin pembangkang yang dikenalinya sejak 1996 kerana percaya Anwar tidak akan berubah, malah tidak akan menyesal dan insaf terhadap perbuatan terkutuk dilakukannya.


“Sekiranya Anwar masih menafikan beliau bukan orang dalam video tersebut, saya mengundang beliau sama-sama melafazkan sumpah laknat (berhubung isu video seks itu) selepas Solat Jumaat esok (hari ini) di Masjid Amru Al-As, Bandar Baru Sentul .


“Saya juga ingin mempelawa semua pihak yang meragui kebenaran ini untuk turut hadir menyaksikan upacara berkenaan kerana kami, Datuk Trio bertanggungjawab sepenuhnya atas pendedahan ini dan demi Allah Yang Maha Mengetahui, tindakan diambil ini semata-mata bertujuan menzahirkan kebenaran.

“Bukan sekali-kali memfitnah atau bagi memenuhi kepentingan pihak tertentu atau kepentingan peribadi kami sendiri...ini lebih kepada soal maruah, agama, bangsa dan negara (kerana) kita tidak mahu anak cucu kita mempersalahkan kita kelak kerana membiarkan orang tidak bermoral memerintah dan menerajui negara,” katanya.


Shazryl Eskay berkata, mereka juga sedar apakah balasan diterima di akhirat sekiranya melakukan fitnah, namun tetap percaya berada pada pihak yang benar dan apa lebih penting adalah penduduk negara ini tahu siapa sebenarnya suami kepada Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Datin Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail itu.

Menurutnya, hanya beliau seorang saja yang melafazkan sumpah laknat di hadapan ulama di masjid berkenaan, tetapi tidak menolak kemungkinan Rahim dan Shuib menyertainya bersama jika keadaan memerlukan.


“Ramai pihak menyuruh saya melafazkan sumpah ini dan ada juga menghubungi minta berbuat demikian, jadi saya menyahut seruan itu dan akan melafazkannya di hadapan ulama di Masjid Amru Al-As...pihak masjid tahu kami akan ke sana dan siapa ulama yang menyaksikan, hanya diketahui esok (hari ini),” katanya.


Beliau menjelaskan sekiranya Anwar tidak hadir ke upacara berkenaan beliau tetap meneruskan apa dirancang dan tidak mahu menuduh pemimpin pembangkang itu pengecut.


Mengenai sampel DNA beliau yang diserahkan kepada polis di Bukit Aman, kelmarin, Shazryl Eskay memberitahu ia hanya bertujuan membantu siasatan pihak berkuasa bagi menyelesaikan kes berkenaan.

isu sesumpah lagi..

Persatuan Peguam Syarie Malaysia (PGSM) menyatakan bahawa sumpah di dalam Islam memadai dengan melafazkan lafaz sumpah dengan nama Allah iaitu Wallahi, Wabillahi dan Watallahi serta tidak perlu memegang atau mengangkat al-Quran.

Presiden PGSM, Mohamad Isa Abd Ralip berkata, ini adalah kerana perbuatan tersebut adalah bertentangan dengan ajaran Islam dan budaya tersebut adalah budaya orang Kristian bersumpah dan mereka bersumpah memegang bible.

Jelasnya, mubahalah memerlukan kehadiran kedua-dua pihak yang bertentangan berada di dalam satu majlis.

Katanya, seorang individu akan melafazkan sumpah dengan nama Allah dan menyatakan bahawa beliau akan dilaknat oleh Allah di dunia dan akhirat sekiranya dia tidak bercakap benar.

”Sumpah ini kemudiannya akan diikuti oleh satu pihak yang satu lagi yang akan bersumpah dengan nama Allah dan sekiranya beliau tidak berkata benar maka laknat Allat akan turun padanya di dunia dan di akhirat. ”Dengan kata lain dengan sumpah ini, kedua-dua pihak akan saling sumpah menyumpah dan cabar mencabar supaya diturunkan laknat kepada sesiapa yang berbohong,” jelasnya dalam satu kenyataan, hari ini.

Berikut adalah penjelasan beliau.

Persatuan Peguam Syarie Malaysia menyatakan bahawa sumpah di dalam Islam memadai dengan melafazkan lafaz sumpah dengan nama Allah iaitu Wallahi, Wabillahi dan Watallahi serta tidak perlu memegang atau mengangkat al-Quran.

Ini adalah kerana perbuatan tersebut adalah bertentangan dengan ajaran Islam dan budaya tersebut adalah budaya orang Kristian bersumpah dan mereka bersumpah memegang bible. Mubahalah memerlukan kehadiran kedua-dua pihak yang bertentangan berada di dalam satu majlis.

Seorang individu akan melafazkan sumpah dengan nama Allah dan menyatakan bahawa beliau akan dilaknat oleh Allah di dunia dan akhirat sekiranya dia tidak bercakap benar. Sumpah ini kemudiannya akan diikuti oleh satu pihak yang satu lagi yang akan bersumpah dengan nama Allah dan sekiranya beliau tidak berkata benar maka laknat Allat akan turun padanya di dunia dan di akhirat.

Dengan kata lain dengan sumpah ini, kedua-dua pihak akan saling sumpah menyumpah dan cabar mencabar supaya diturunkan laknat kepada sesiapa yang berbohong.

Di dalam Islam sumpah seperti ini dibenarkan bagi tujuan untuk membersihkan diri seseorang itu daripada sesuatu tuduhan (tohmah) dan sumpah tersebut dipanggil sumpah tohmah. Sumpah ini sangat besar kesannya kerana dibuat atas nama Allah dan laknat Allah akan menimpa pembuat sumpah tersebut di dunia dan akhirat. Walaubagaimanapun sumpah seperti ini adalah bertujuan semata-mata bagi membersihkan nama seseorang dari sebarang tohmah dan ianya bukan suatu kaedah untuk menuduh orang lain atau mensabitkan seseorang itu bersalah.

Ini adalah kerana di dalam Islam serta perundangan negara kita ada kaedah serta undang-undang yang telah digariskan bagi mendakwa seseorang itu melakukan sesuatu kesalahan. Di dalam undang-undang Jenayah Syariah, kaedah yang ditetapkan bagi menyatakan seseorang yang dituduh itu melakukan sesuatu kesalahan adalah dengan pihak pendakwa atau orang yang membuat tuduhan mengemukakan bukti ke Mahkamah. Oleh itu, beban untuk membuktikan suatu dakwaan itu adalah terletak kepada orang yang mengemukakan dakwaan, dan mengkehendaki Mahkamah percaya akan kewujudan perkara di dalam dakwaan tersebut. Ini selaras dengan peruntukan seksyen 73 (1) Akta Keterangan Mahkamah Syariah (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1997 memperuntukkan – ”Sesiapa yang berhasrat supaya mana-mana Mahkamah memberikan penghakiman tentang apa-apa hak atau tanggungan di sisi undang-undang yang bergantung kepada kewujudan fakta yang ditegaskan olehnya, mestilah membuktikan fakta itu wujud.”

Selanjutnya Akta yang sama menyatakan cara memberikan keterangan di dalam kes-kes jenayah syariah, keterangan hendaklah diberikan oleh pendakwa dan tertuduh, melainkan jika tertuduh mengaku salah. Seksyen 87 (3) Akta Keterangan memperuntukkan bahawa – ”Dalam kes jenayah, keterangan hendaklah diberikan bagi pendakwa dan bagi tertuduh melainkan jika tertuduh mengaku salah.”

Oleh yang demikian, sesuatu dakwaan terhadap sesuatu kes itu hendaklah dibuktikan ke Mahkamah melalui proses pendakwaan oleh pihak yang mendakwa. Adalah menjadi beban kepada pihak yang mendakwa untuk membuktikan segala dakwaan atau tuduhan di Mahkamah. Sesuatu dakwaan atau pertuduhan tersebut hendaklah dibuat di Mahkamah dan bukannya di tempat-tempat awam atau di Masjid. Ini adalah kerana masjid adalah tempat yang suci untuk umat Islam beribadat dan bukannya menjadi tempat atau gelanggang bagi menyatakan kebenarannya sesuatu dakwaannya itu adalah benar.

Orang mendakwa perlu mengemukakan bukti bagi menyokong dakwaannya samada bukti tersebut adalah berbentuk saksi yang memberikan keterangan atau dokumen sebagai contoh laporan perubatan. Ini adalah penting bagi menyokong dakwaannya dan bukannya hanya bersumpah. Di dalam prinsip keterangan Islam sumpah sebenarnya terletak kepada pihak yang kena dakwa dan bukannya orang yang mendakwa selari dengan prinsip Islam iaitu ”Keterangan pada pihak yang mendakwa dan sumpah kepada pihak yang mengingkarinya.”

Di dalam jenayah Islam kes-kes yang melibatkan qisos seperti membunuh para fuqaha masih tidak sepakat dalam menerima sumpah sebagai dalil mensabitkan jenayah. Imam Malik, Syafie dan Ahmad berpendapat, sumpah diterima oleh Islam sebagai dalil atau bukti jenayah ke atas tertuduh jika tiada bukti lain, atau bukti tidak cukup. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat sumpah bukan suatu bukti atau dalil mensabitkan jenayah, tetapi satu cara bagi menafikan tuduhan yang dibuat oleh pendakwa ke atas tertuduh. Jenayah qisos yang dibolehkan bersumpah dalam mensabitkan jenayah hanyalah dalam jenayah membunuh sahaja.

Dalam kes-kes yang melibatkan hudud (zina, qazaf (menuduh zina), minum arak, mencuri, samun, memberontak dan murtad), sumpah hanya diterima sebahagian kecil ulama’ dalam kes-kes tertentu seperti qazaf dan mencuri sahaja.

Manakala di dalam kes qazaf (menuduh zina), menurut Mazhab Shafie, sekiranya pendakwa tidak mempunyai apa-apa keterangan atau tidak cukup bukti, maka tertuduh boleh diminta bersumpah menafikan dakwaan itu. Jika tertuduh bersumpah, maka gugurlah dakwaan itu. Walaubagaimanapun, Imam Malik dan Ahmad tidak menerima langsung sumpah sebagai satu bukti mensabitkan kesalahan qazaf.

Di dalam kes melibatkan curi, menurut Mazhab Shafie, sekiranya kesalahan mencuri tidak dapat dibuktikan maka pihak tertuduh boleh diminta bersumpah. Jika tertuduh enggan, pihak yang kena curi boleh bersumpah al-yamin al-mardudah. Tetapi pandangan ini tidak diterima oleh mazhab-mazhab yang lain. Imam Malik, Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat sumpah hanya boleh diterima dalam kes-kes mal atau sivil sahaja.

Dalam kes-kes mal atau sivil, yakni yang melibatkan yakni yang melibatkan pertikaian suami isteri atau rumahtangga, atau perebutan harta, sumpah perlu dilakukan dalam Mahkamah setelah diperintahkan oleh Hakim untuk berbuat demikian. Seksyen 87 (1) dan (2) Akta Keterangan Mahkamah Syariah Wilayah Persekutuan 1997 memperuntukkan:- ”Dalam kes mal, keterangan hendaklah diberikan oleh Plaintif dan Defendan, dan jika Defendan menafikan tuntutan terhadapnya, dia hendaklah dikehendaki mengangkat sumpah mengikut Hukum Syarak.”

”Jika Defendan mengangkat sumpah di bawah subseksyen (1), tuntutan yang dibuat oleh Plaintif hendaklah ditolak.”

”Jika Defendan enggan mengangkat sumpah, maka Mahkamah bolehlah meminta Plaintif mengangkat sumpah dan dengan sumpah itu tuntutannya hendaklah diterima.”

PGSM berpendirian bahawa di dalam kes-kes yang melibatkan jenayah syariah seperti liwat, khalwat serta persetubuhan luar nikah hendaklah dibuktikan oleh pihak pendakwa di Mahkamah dan pihak yang dituduh boleh untuk menafikan tuduhan tersebut melalui keterangan dan boleh bersumpah sekiranya diperintah oleh Hakim berbuat demikian. Namun demikian sumpah tersebut tidak mengikat hakim di dalam membuat keputusan sabitan kesnya.
sumber;harakah

.